Postingan

Merdekanya Mereka Merdekanya Kita

Gambar
  Ilustrasi diatas menggambarkan hal inilah yang dihadapi oleh kita sebagai seorang pendidik, dilema bagi seorang pendidik ketika kemampuan peserta didik hanya dinilai dari aspek kognitif yang berorientasi pada penilaian akhir. Semua peserta didik dianggap bisa dan sama rata dalam memahami materi, karena yang dinilai adalah kognitif saja. Ketika si anak yang lemah di pelajaran Matematika harus menghadapi soal-soal ujian Matematika, ketika anak yang senang dangan bernyanyi harus menghadapi soal-soal Kimia, semua harus siap dan harus mampu melewati penilaian itu. Seperti ilustrasi gambar diatas, ketika para hewan tersebut diberikan ujian untuk memanjat pohon, maka hewan yang memang kodratnya sebagai pemanjat akan berhasil dalam ujian memanjat, siapa,,,,ya si monyet. sedangkan hewan yang lain? Tentu saja tidak akan bisa karena kodrat mereka ada yang hanya bisa berenang, ada yang hanya bisa terbang. Hewan-hewan tersebut akan "babak belur" untuk mengikuti ujian memanjat tersebut. ...

Sekolah ramah

SEKOLAH RAMAH PUTRA/I GURU & PEGAWAI ---------------------------------------------------------------------- oleh : Suhefriandi, S.Pd ,MM, Ch, Cht      Guru adalah manusia biasa yang mengambil keputusan untuk menjadi seorang pendidik, berharap dapat mencerdaskan generasi ini, selaku manusia biasa tentunya para guru menjalani kehidupan seperti lazim nya manusia lain nya, berkeluarga, memiliki suami/istri dan memiliki keturunan..      Selaku seorang pendidik, tentunya mereka harus melaksanakan tugas mereka sebaik baik nya yang mana profesi ini merupakan satu satu nya profesi yang mereka jalani, tanpa adanya profesi sampingan lain nya.. kebutuhan keluarga mereka harus mereka penuhi... dan itu pas pas an untuk waktu ke waktu.. kadang kadang tiada pilihan lagi anak anak harus di bawa untuk mengajar/ menjalani tugas pegawai ke sekolah..     Adakah sekolah ramah putra/i guru & pegawai sekolah... barangkali ada di beberapa seko...

Dualitas kehidupan

KETIKA PERTAMA KALI AKU BELAJAR BERHENTI MEMBENCI Tulisan ini agak sedikit panjang, tapi percaylah jika kita mau meluangkan waktu kita 5 menit saja, ini akan mengubah kehidupan kita dan keluarga kita 10 tahun kedepan. ============ Suatu hari kami berkesempatan berbincang-bincang dengan Sang Guru Compassion, di acara talkshow penutup kami di Radio Smart fm. Sambil menunggu waktu kami duduk bersebelahan agar saya bisa belajar dari Sang Guru mumpung beliau ada disini. Kebetulan kami berdua saat itu menghadap televisi yang sedang menyiarkan berita demi berita nasional yang provokatif. Lalu saya mulai terpancing untuk mengomentari tayangan demi tayangan yang disajikan yang isinya tentang hujat menghujat, caci maki dan perbuatan yang tidak pantas dilakukan. Makin lama menyaksikannya makin sy terpancing emosi dan mengeluarkan komentar-komentar pedas. Lalu saya mencoba menengok pada wajah teduh sang Guru dan menanyakan apa komentar beliau menanggapi isu ini. Beliau hanya tersenyum...,...

Indah pada waktunya

Saya mengikuti rapat komite sekolah SMA dan kepala sekolah bercerita tentang percakapan seorang siswa dan ibunya . Ibu: Nak, belajarlah yang rajin agar jadi anak yang pandai sebagai bekal hidupmu kelak. Sekarang kau kelas 1, belajarlah agar naik kelas 2. Anak: Iya bu, saya berjanji. Nanti kalau saya naik kelas belikan aku hp ya? Ibu: Belajarlah yang rajin nak. Dan berdoalah, apa yang kau minta pasti kau dapatkan nanti. Si anak berdoa dan belajar dan ibunyapun mendoakan. Si anak naik kelas 2. Anak: Bu aku naik kelas. Mana hp untukku? Ibu: Nak, doamu dan doaku terkabul, kau naik kelas. Soal hp, kau tau keadaan kita sekarang. Berdoa dan belajarlah terus yang rajin agar naik kelas 3. Anak: Aku mengerti bu. Nanti kalau saya naik kelas, belikan aku komputer ya? Ibu: Belajarlah yang rajin nak. Dan berdoalah, apa yang kau minta pasti kau dapatkan nanti. Si anak berdoa dan belajar dan ibunyapun mendoakan. Si anak naik kelas 3. Ibu: Nak, saya bangga kau naik kelas, peringkat sa...

Jangan Bersedih

Sekali lagi air mata itu tumpah, bagai melegakan hati pemiliknya.   Wanita, Kadangkala diuji dengan sehebat-hebat ujian. Zahirnya lemah tapi batinnya gagah anugerah Tuhan.   La Tahzan Optimislah dengan ujian. Itu hadiah Tuhan. Bersyukurlah. Beruntunglah. Dari jutaan, engkau pilihanNya.   Kita rasa kitalah yang besar ujiannya. Kita rasa kitalah paling berat bebanannya. Come on. Ada orang lagi besar ujiannya. Lagi berat bebanannya. Jangan merungut sayang. Jangan mengeluh walau sedetik. Kita milik Dia. Dulu, Kini. Dan selamanya. Maka Dia berhak menentukan yang sebaiknya buat kita. Bukan hanya di dunia. Bahkan hingga ke daerah sana.   Jalan takdir Allah tak pernah salah. Berbaik sangkalah dengan aturanNya. Jika perlu untuk engkau menangis, maka menangislah. Tapi sayang, jangan sedih lama-lama. Nampak macam kita kurang redha dengan apa yang Allah aturkan. Takdir Allah is something yang unexpected. Miracle things may ...

Sebuah catatan penting!

Copas dari sebuah akun FB Bismillahirohmanirohiim Assalamualaikum,wr,wb. Bacalah pelan-pelan kisah nyata ini. Dari kisah nyata seorang guru.Di suatu sekolah dasar, ada seorang guru yang selalu tulus mengajar dan selalu berusaha dengan sungguh-sungguh membuat suasana kelas yang baik untuk murid-muridnya. Ketika guru itu menjadi wali kelas 5, seorang anak–salah satu murid di kelasnya– selalu berpakaian kotor dan acak-acakan. Anak ini malas, sering terlambat dan selalu mengantuk di kelas. Ketika semua murid yang lain mengacungkan tangan untuk menjawab kuis atau mengeluarkan pendapat, anak ini tak pernah sekalipun mengacungkan tangannya. Guru itu mencoba berusaha, tapi ternyata tak pernah bisa menyukai anak ini. Dan entah sejak kapan, guru itu pun menjadi benci dan antipati terhadap anak ini. Di raport tengah semester, guru itu pun menulis apa adanya mengenai keburukan anak ini. Suatu hari, tanpa disengaja, guru itu melihat catatan raport anak ini pada saat kelas 1. Di sa...

ILMU

Bismillahirohmanirohiim Assalamualaikum, wr, wb. Bagi orang yang berilmu Allah akan menaikkan derajatnya, Kejarlah ilmu sampai ke negeri Cina, Gapailah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat. Itulah pribahasa yang sering kita dengar. Betapa pentingnya ilmu bagi seseorang, betapa mulianya orang yang sedang berjihad untuk mencari ilmu, yang pasti adalah ilmu yang bermanfaat. Demikian juga almarhumah ibunda saya, sewaktu hidupnya selalu berkata, bahwa beliau tidak dapat meninggalkan harta apa-apa di dunia ini, kecuali anak-anak nya yang terus bersemangat untuk menuntut ilmu. Menuntut ilmu itu wajib bagi seorang Muslim. Ilmu adalah kunci segala kebaikan. Ilmu merupakan sarana untuk melaksanakan apa yang Allah wajibkan kepada kita. Tak sempurna keimanan dan amal seseorang, jika ilmu tersebut tidak diamalkan. Dengan ilmu Allah disembah, dengannya hak Allah ditunaikan, dan dengan ilmu pula agama Allah disebarkan Kebutuhan akan ilmu melebihi kebutuhan kita akan minum dan makanan, Mengap...